KETIKA Presiden Venezuela Hugo Chaves ingin membangun Universitas Adat Jauh di tengah hutan Cano Tuaca, di sebelah selatan negara bagian Bolivar, ia telah merasakan betapa pentingnya tradisi adat dan budaya yang dimiliki   negara itu untuk menguatkan identitas dan martabat bangsa itu. Bangga  dan kagum dirasakan seorang Hugo Chaves  atas  44 suku asli atau masyarakat adat yang dimiliki negara itu. Baginya tradisi budaya mereka adalah yang  terbaik dan  terunik  di Dunia.

Oleh karena itu, salah satu upaya  mempertahankan dan melestarikan tradisi budaya masyarakat adat di Venezeula, Chaves membangun universitas khusus bagi putra-putri dalam lingkup  masyarakat adat tersebut. Chaves berharap  perkembangan teknologi, pendidikan yang tinggi  dan alkulturasi budaya asing tidak mengikis tradisi budaya para generasi muda di negeri itu. Tradisi budaya  harus menjadi identitas dan  pondasi bagi kemajuan dan peradaban masyarakat adat Venezuela, termasuk menangkal ekpansonis  dan gerakan kapitalisme barat.

Makanya di universitas ini banyak ditekankan pada pengajaran pengetahuan  hukum adat dan hukum modern, di samping penguasaan  teknologi, ekonomi, politik  dan pengetahuan umum lainnya.

Apa yang dilakukan oleh  Venezeula, sebenarnya bisa diadopsdi oleh komunitas masyarakat adat Dayak dengan mendirikan” Universitas Dayak”. Universitas yang nantinya,  tidak saja sebagai  laboratoriun peradaban bangsa  Dayak secara  akademis, philosopis dan ideologis, namun juga sebagai media perekat dan pemersatu  dari beragam struktur sub suku budaya  dayak yang tersebar di seluruh tanah Borneo, Kalimantan, maupun dari Serawak dan Sabah Malaysia dan Brunei Darusalam.

Jika Hugo Chaves merasa adat budaya masyarakat di negaranya adalah yang terbaik di dunia, maka bangsa Dayak pun memiliki sikap yang sama bahwa  adat istiadat dan budaya mereka  adalah   anugerah Tuhan, yang  harus dijaga, dirawat dan dilestarikan dengan semangat jiwa yang luhur.

Universitas Dayak juga dapat menjadi salah satu ” Pilot Project” untuk mendorong  kemajuan intelektual  dan ilmu pengetahuan bangsa Dayak dalam   melahirkan pemimpin, ilmuwan dan teknokrat  yang memiliki nilai- nilai adat Dayak yang transcendent dan genuine.