Dr Marthin Billa MM dikukuhkan sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) masa bakti 2021- 2026 pada Sabtu, 6 November 2021 WIB,di Hotel Santika, Slipi Jakarta.

Bio artikel ini merupakan edisi khusus yang ditulis oleh redaksi TUYANG ISSUE sebagi catatan editor untuk mengenal lebih dekat karakter kepemimpinan seorang Marthin Billa sebagai inspirasi generasi muda Dayak.

Selamat membaca.

MARTHIN BILLA, INTEGRITAS SANG MAESTRO PEMIMPN DAYAK

Di mata masyarakat, salah satu nilai terbesar seorang Marthin Billa adalah integritas. Sebagai tokoh yang memulai kariernya dari bawah, dari seorang aparatur sipil biasa hingga menjadi seorang pejabat pemerintah, membuat MB, biasa panggilannya diakronim, sangat paham pentingnya kejujuran dan kepercayaan.

Karier panjangnya di pemerintahan memberikan ia pengalaman soal kepemimpinan, pelayanan dan profesionalisme. Semua itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang penuh integritas.

Memulai karier di pemerintahan sebagai ajudan Gubernur Kalimantan Timur HM Ardhan, telah membentuk dirinya menjadi pegawai yang penuh dedikasi dan loyalitas, serta mengajari ia untuk pandai menempatkan diri di tengah masyarakat yang dilayani. Tidak heran, hampir sepenuhnya perjalanan karier MB baik di birokrat dan politik berjalan lancar dan sukses, serta penuh berkah dari Tuhan yang masa kuasa.

Jika kita bicara integritas dalam diri seorang MB? Sebenarnya, apakah integritas itu? Makna integritas mengacu pada sifat dan keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh dalam diri seseorang akan potensi dan kemampuannya yang membentuk kewibawaan, kepercayaan dan kejujuran. Integritas adalah proses konsistensi dan keteguhan dalam diri seseorang manakala ia menerima amanah dan tanggung jawab. Ia tak tergoyahkan, dan selalu menjunjung nilai-nilai luhur dan keyakinan.

Pendek kata, ciri seorang yang memiliki integritas ditandai sikap “satu kata dan satu perbuatan“. Seseorang yang memiliki integritas tak mudah tergoda dan berpaling dari nilai-nilai luhur kebaikan dan kebenaran. MB adalah salah pemimpin dan pribadi yang selalu menampilkan keteguhan itu apa adanya.

Dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin, ia hanya berfikir bahwa dirinya adalah pelayan yang melayani siapa saja dengan sepenuh hati, dengan kejujuran, dan penuh tanggung jawab.

Maka itu ketika ia menjadi sekretaris daerah Malinau, lalu terpilih sebagai Bupati Malinau dua periode, dan anggota DPD RI, nilai kebaikan dan kejujuran itu lah yang mendasari pengabdiannya. Integritas itu yang selalu menjaga dan memandu dirinya tidak keluar dari koridor hukum, norma dan agama.

Indikasi seorang pemimpin seperti seorang Marthin Billa memiliki integritas dapat dilihat dari beberapa faktor berikut ini:

JUJUR

Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Ketika Ia mengabdikan jiwa dan raganya di pemerintahan dan masyarakat, prinsip kejujuran itu yang selalu ia pegang. Ia tak bisa memiliki banyak wajah dalam memegang amanah. Ia ingin siapa pun yang ada di sekitarnya terbiasa dengan kejujuran meski pun itu sakit.

Pemimpin yang tidak memiliki integritas sering kali terjebak oleh posisinya dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang tidak terhormat. Kejujuranlah yang menjaga konsisten peran dan kedudukannya dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin. Ketika seseorang tidak mampu menjaga konsistensi kejujurannya, maka ia tidak akan bertahan lama dalam posisi dan kedudukannya.

MEMILIKI TINGKAT KETENANGAN TINGGI

Karakter atau sikap dewasa seperti ini yang menjadi salah satu kelebihan seorang MB dibanding pemimpin lainnya. Ia mempunyai sikap ketenangan yang sangat tinggi ketika menghadapi berbagai persoalan, krisis dan tekanan. Tidak mudah panik, tidak mudah meledak dan tidak pernah mengintimidasi.

Ia terlihat begitu bijak dalam mengelola dan mengontrol emosinya. Senantiasa menjaga bahasa yang menyejukkan dan mudah difahami ketika memberi pengertian. Dengan ketenangannya itu, otomatis ia memberi ketenangan dan rasa nyaman pada orang lain, mampu memberi arahan yang jelas sehingga mereka mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Dalam situasi apapun, berita buruk tak pernah didelegasikannya. Ia dengan kstaria dan bertanggung jawab menyampaikan secara langsung kepada bawahan.

Tentu semua orang senang dengan berita baik dan pemimpin juga senang menyampaikan berita yang baik. Tetapi dalam suatu keadaan tertentu, ia juga siap menyampaikan berita buruk itu dengan bijaksana tanpa harus panik, marah dan frustasi.

TERUS MENJAGA REPUTASI BAIK

Setiap pemimpin dinilai dari reputasi baiknya. Untuk meraih, membangun dan menjaga reputasi baik tidak lah mudah. Semua itu harus dilalui oleh kerja keras, kesungguhan, dan ketekunan. Reputasi baik yang diperoleh berhubungan erat dengan moral, etika dan profesionalitas.

Artinya semua amanah dan semua hal yang pernah diembannya harus menjadi prestasi dan kebaikan yang standar bagi semua orang .

Pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi tentunya memiliki kemampuan bertindak terhormat dan benar.

Demikian yang dilakukan seorang MB, religiusitas, moral dan kejujurannya menjaga perilaku dan sikapnya dalam setiap pergaulan dan pekerjaan. Ia tidak saja berani melakukan hal yang dianggapnya benar tetapi juga berani menolak hal yang dianggapnya salah.

Contoh ketika MB meletakkan pondasi kebijakan Malinau tanpa Transmigrasi. Keputusan ini mendapat dukungan seluruh masyarakat, karena selain mempertahankan pelestarian kawasan hutan, ia melihat program transmigrasi tidak ada urgensinya untuk masyarakat Malinau. Bukan berarti ia anti pendatang. Tetapi Ia tidak ingin pendatang yang masuk ke Malinau harus diistimewakan, difasilitasi dan dibiayai oleh pemerintah daerah, apalagi sampai mengorbankan hutan.

Ia punya cara yang lebih manusiawi dan produktif untuk menarik para pendatang masuk ke Malinau, yakni dengan membangun dan menghidupkan kegiatan ekonomi dan investasi di daerah.Pendatang yang niatnya berdagang, berkerja dan berinvestasi di daerah, sudah pasti akan memberikan kontribusi untuk daerah. Apalagi pendatang yang memiliki daya saing dan keterampilan sudah tentu sangat membantu perkembangan suatu daerah.Kebijakannya yang baik dan strategis untuk Malinau itulah kemudian diteruskan oleh Bupati-Bupati Malinau selanjutnya.

VISIONER

Pemimpin yang visioner memiliki pandangan yang jelas terhadap visi yang ingin diraih di masa depan. Ia tidak ingin organisasi dan masyarakat yang dipimpinnya terjebak pada zona nyaman dan ketertinggalan. Dalam meraih tujuan, pemimpin visioner penuh percaya diri, tidak peragu dan siap menghadapi risiko. Pemimpin visioner itu dibentuk oleh proses belajar dan pengalaman yang dilaluinya.

Dalam menata Kabupaten Malinau, Ia tak sekadar mengemban tugas-tugas pemerintahan saja. Dibutuhkan inovatif dan kreatifitas untuk melaksanakan kegiatan pembanguan dan mempromosikan potensi daerah. Salah satu yang paling spektakuler, ia berani menjadikan Malinau sebagai Kabupaten Konservasi.

Putra asli Malinau ini menyadari Malinau memiliki sumber daya hutan yang sangat potensial. Namun ia tidak ingin pembangunan dan investasi membahayakan kondisi lingkungan alam dan hutan. Kehidupan masyarakat lokal Malinau dikenal sangat bergantung pada kondisi alam dan hutan. Maka itu, ia mengeluarkan SK Bupati Malinau No. 660.1/1/Bpdl Ml/X/2005 yang menetapkan Malinau sebagai Kabupaten Konservasi.

Berkat keberaniannya menjadikan Malinau sebagai kabupaten Konservasi dan kepeduliannya pada kawasan hutan, Marthin Billa menerima penghargaan Kehati Award tahun 2006, Raksaniyata Award dari Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kalpataru Pembina Lingkungan oleh Presiden SBY tahun 2007.

Pada ajang internasional, Marthin Billa, sebagai satu satunya wakil Indonesia, menjadi Juara Ketiga dalam Festival Nidosudji, di Osaka, Jepang pada tahun 2006 yang diikuti oleh 73 negara untuk kategori konservasi.

DEKAT DENGAN MASYARAKAT

Seorang pemimpin harus melayani, oleh karena itu ia harus dekat dengan masyarakatnya. Dengan dekat dengan masyarakat ia akan mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakatnya dan kebutuhan mereka.

Ketika menjadi Camat Pujungan dan Camat Peso (1988-1996), gaya kepemimpinan itu selalu dipraktikan MB. Tak heran kedekatan nya dengan masyarakat meninggalkan cerita dan kesan yang positif bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Demikian halnya ketika ia menjabat Sekretaris Daerah Malinau, kedekatan nya dengan masyarakat lah yang membuat dirinya didorong untuk memimpin Malinau kala itu. Ia kemudian menjadi Bupati Malinau definitif pertama selama dua periode.

Kedekatan dengan masyarakat itu juga yang menghantarkan dirinya dipilih masyarakat Kaltim dan Kaltara sebagai anggota DPD RI.

Kemudian atas permintaan masyarakat ia kemudian dipilih menjadi ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara, dan baru-baru ini dipilih sebagai Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN).

Semua jabatan di organisasi kemasyarakatan yang diembannya tak lepas dari ketokohan, kedekatan dan pengaruh besarnya di masyarakat. Semuanya itu dapat tercipta karena reputasi, kontribusi dan kepercayaan yang selalu terjaga dengan baik.

PEOPLE RIENTED LEADER

People Oriented Leader adalah Pemimpin yang berorientasi manusia atau masyarakat. Ia fokus bagaimana mengorganisir, mendukung dan mengembangkan orang yang dipimpinnya, menekankan pada sikap saling menghargai, saling menghormati dan menjaga sikap hangat, akrab kepada anggotanya.

Gayanya partisipatif dan koloboratif, selalu terlibat pada kerja tim dan kerja sama anggota. Ia sangat menghargai ekperimentasi, inovasi dan kreatifitas bawahannya.

Demikian halnya karakter seorang MB. Ia selalu menempatkan dirinya sebagai pelayan warga, tidak pernah menempatkan dirinya sebagai bos. Ia selalu memprioritaskan sisi-sisi kemanusiaan dalam setiap aktivitas pelayanan dan kepemimpinannya.

Keseharian nya tidak pernah bicara sinis, tidak suka merendahkan orang lain. Ia selalu menggunakan bahasa yang menyenangkan dan bersahabat kepada siapa pun. Karakter melayani dan rendah hati ini sudah terbentuk sejak ia kecil. Hidup dari keluarga yang taat dan menghormati adat istiadat, diajarkan selalu menghargai semua orang tanpa memandang status sosial mereka. Dalam memimpin suatu daerah atau pun organisasi hal yang utama baginya adalah mengenal permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat ataupun anggotanya, kemudian menyelesaikan permasalahan itu dengan cepat dan tegas.(*)